Ekonom UI: Program MBG Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan
Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:40 WIB
Baca Juga: MBG Disebut Pangkas Anggaran Pendidikan, Mendikdasmen: Tidak Benar
Sebanyak 36% responden mencatat penurunan pengeluaran harian, terutama berkat berkurangnya biaya bekal dan uang saku anak. Meskipun 63% keluarga melaporkan penghematan yang masih di bawah 10% dari total belanja bulanan, kehadiran MBG dinilai efektif dalam menjaga stabilitas pengeluaran rutin keluarga.
Dukungan terhadap keberlanjutan program MBG menurut hasil studi RISED mencapai 81% di kalangan orang tua rumah tangga rentan. Menariknya, orang tua siswa ternyata tidak sekadar melihat MBG ini sebagai manfaat ekonomi semata, namun juga program MBG memberikan keamanan dan kenyamanan.
"Di luar manfaat ekonomi, ada aspek ketenangan batin yang dirasakan orang tua. Salah satu responden mengungkapkan, 'Saya jauh lebih tenang kalau anak pulang sekolah dalam keadaan senang karena sudah makan. Rasanya ada kenyamanan tersendiri bagi kami orang tua mengetahui anak tidak pulang dalam kondisi lapar," ungkap Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi.
Selain itu, standar gizi yang diberikan MBG sudah sangat baik di mata para orang tua siswa. 72% orang tua dalam survei merasa setuju bahwa anak-anak jadi lebih rutin mengkonsumsi makanan bergizi sejak menerima MBG. Dengan begitu, beban pikiran orang tua pun berkurang untuk memikirkan nutrisi harian anak-anaknya.
Sebanyak 36% responden mencatat penurunan pengeluaran harian, terutama berkat berkurangnya biaya bekal dan uang saku anak. Meskipun 63% keluarga melaporkan penghematan yang masih di bawah 10% dari total belanja bulanan, kehadiran MBG dinilai efektif dalam menjaga stabilitas pengeluaran rutin keluarga.
Dukungan terhadap keberlanjutan program MBG menurut hasil studi RISED mencapai 81% di kalangan orang tua rumah tangga rentan. Menariknya, orang tua siswa ternyata tidak sekadar melihat MBG ini sebagai manfaat ekonomi semata, namun juga program MBG memberikan keamanan dan kenyamanan.
"Di luar manfaat ekonomi, ada aspek ketenangan batin yang dirasakan orang tua. Salah satu responden mengungkapkan, 'Saya jauh lebih tenang kalau anak pulang sekolah dalam keadaan senang karena sudah makan. Rasanya ada kenyamanan tersendiri bagi kami orang tua mengetahui anak tidak pulang dalam kondisi lapar," ungkap Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi.
Selain itu, standar gizi yang diberikan MBG sudah sangat baik di mata para orang tua siswa. 72% orang tua dalam survei merasa setuju bahwa anak-anak jadi lebih rutin mengkonsumsi makanan bergizi sejak menerima MBG. Dengan begitu, beban pikiran orang tua pun berkurang untuk memikirkan nutrisi harian anak-anaknya.
(nng)
Lihat Juga :