Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:37 WIB
Program mandatori bioetanol merupakan bagian dari transformasi sektor energi dan sumber daya mineral yang dirancang bertahap guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Implementasi kebijakan ini memerlukan kesiapan infrastruktur distribusi, teknologi pencampuran, serta standar kualitas bahan bakar yang memadai.

Baca Juga: Aturan BBM Campur Etanol 10-20% Digodok, Hanya untuk RON 90 ke Atas

Bahlil menegaskan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan kerja sama internasional berjalan saling menguntungkan. Pemerintah menilai pengembangan bioetanol berpotensi menekan impor bahan bakar fosil, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat fondasi kemandirian energi nasional dalam jangka panjang.

"Perjanjian ini tidak boleh menguntungkan salah satu pihak saja, tapi harus semua pihak merasakan keuntungan," kata Bahlil.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!