Terapkan Hunian Subsidi Konsep Klaster, 1.002 Unit Rumah Ludes Terjual

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:42 WIB
“Visi kami adalah membangun dengan hati agar masyarakat jatuh hati. Artinya, pelayanan dan komitmen itu nomor satu. Jangan sampai masyarakat yang membeli kecewa, karena yang dipertaruhkan adalah reputasi perusahaan. Ini penegasan saya kepada semua tim di seluruh divisi. Kita lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan kepercayaan,” ungkap pengembang yang merintis bisnis dari bawah dan pernah menjadi pengemudi ojek serabutan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Di tahun 2026, PT KAP menargetkan pembangunan 6.000 unit rumah subsidi. Selain dari perumahan Pondok Banten Indah, realisasi pembangunan berasal dari 5 anak perusahaan PT KAP yang sedang melakukan pengembangan di 5 lokasi yakni di Kota Serang (3 lokasi), Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.

“Semua proyek anak usaha sudah berjalan. Ada yang telah memulai pembangunan dan penjualan, dan ada yang baru selesai cut and fill,” kata Ridwan yang juga Ketua Banten Real Estat Institute (BREI).

Ke depan, PT KAP berencana melakukan ekspansi proyek perumahan subsidi ke luar Provinsi Banten seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penjajakan lahan untuk ekspansi antarlintas provinsi tersebut kini sudah dimulai dan targetnya di akhir 2026 mulai dikembangkan.

“Fokus kami masih di pengembangan perumahan subsidi. Saya lahir dan besar di segmen ini, dan ada kepuasan batin yang lebih setiap kali saya melihat masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki atau menghuni rumah sendiri. Apalagi rumah yang mereka beli berkualitas layaknya rumah komersial (non-subsidi),” ungkapnya.

Konsep Klaster

Proyek unggulan PT KAP adalah perumahan Pondok Banten Indah yang mengusung konsep perumahan subsidi dengan klaster hunian. Sebelum dikembangkan pada awal 2025, kata Ridwan, dirinya berpikir nilai tambah apa lagi yang bisa diberikan kepada konsumen, mengingat secara fasad dan model rumah sudah banyak (pengembang) memberikan yang bagus. “Tetapi secara infrastruktur masih pada standar. Darisitu saya putuskan untuk menerapkan hunian rumah subsidi dengan sistem klaster,” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!