Wamenkeu Juda Agung Bicara Soal Efek Perang AS-Israel dan Iran, Apakah APBN Siap?
Selasa, 03 Maret 2026 - 08:56 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung bicara soal kondisi fiskal Indonesia dalam menghadapi gejolak global, termasuk konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran. Foto/Dok
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyatakan kondisi fiskal Indonesia siap merespons gejolak global, termasuk konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran yang sedang berlangsung. Juda merujuk pada postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan sejumlah indikator makro perekonomian nasional yang dianggap masih mampu resiliensi.
"APBN kita itu memang didesain dengan prinsip prudent, fleksibel. Kami memastikan bahwa defisit di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio sekitar 40 persen. Fleksibel, artinya termasuk kalau terjadi shock-shock yang bersumber dari global," ujar Juda dalam forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Baca Juga: Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
"APBN kita itu memang didesain dengan prinsip prudent, fleksibel. Kami memastikan bahwa defisit di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio sekitar 40 persen. Fleksibel, artinya termasuk kalau terjadi shock-shock yang bersumber dari global," ujar Juda dalam forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Baca Juga: Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Lihat Juga :