Iran Lumpuhkan Produksi Migas Israel, Qatar hingga Arab Saudi
Selasa, 03 Maret 2026 - 18:00 WIB
Qatar menghentikan produksi gas alam cair (LNG) setelah serangan drone Iran menghantam fasilitas di kompleks Ras Laffan. QatarEnergy bahkan berencana menyatakan force majeure atas pengiriman LNG. Produksi LNG Qatar setara sekitar 20% pasokan global dan menjadi penopang utama pasar Asia dan Eropa, sehingga gangguan ini langsung memicu lonjakan harga gas.
Harga gas alam Eropa, kontrak front-month Belanda di hub TTF, melonjak hingga 46%. Sementara harga minyak dunia sempat naik intraday hingga 13% menembus USD82 per barel, level tertinggi sejak Januari 2025, seiring terganggunya pengiriman melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak global.
Di Arab Saudi, kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco berkapasitas 550.000 barel per hari (bph) ditutup sementara sebagai langkah pencegahan setelah dua drone dicegat di area fasilitas. Otoritas setempat menyebut, kebakaran yang terjadi terbatas dan tidak menimbulkan korban jiwa, serta pasokan ke pasar domestik tetap aman.
Di Kurdistan Irak, sejumlah perusahaan seperti DNO, Gulf Keystone Petroleum, Dana Gas, dan HKN Energy menghentikan produksi ladang minyak sebagai langkah antisipatif. Wilayah tersebut sebelumnya mengekspor sekitar 200.000 barel per hari melalui pipa ke pelabuhan Ceyhan, Turki.
Baca Juga: Perang Meluas, Qatar Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Su-24 Iran untuk Pertama Kalinya
Harga gas alam Eropa, kontrak front-month Belanda di hub TTF, melonjak hingga 46%. Sementara harga minyak dunia sempat naik intraday hingga 13% menembus USD82 per barel, level tertinggi sejak Januari 2025, seiring terganggunya pengiriman melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak global.
Di Arab Saudi, kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco berkapasitas 550.000 barel per hari (bph) ditutup sementara sebagai langkah pencegahan setelah dua drone dicegat di area fasilitas. Otoritas setempat menyebut, kebakaran yang terjadi terbatas dan tidak menimbulkan korban jiwa, serta pasokan ke pasar domestik tetap aman.
Di Kurdistan Irak, sejumlah perusahaan seperti DNO, Gulf Keystone Petroleum, Dana Gas, dan HKN Energy menghentikan produksi ladang minyak sebagai langkah antisipatif. Wilayah tersebut sebelumnya mengekspor sekitar 200.000 barel per hari melalui pipa ke pelabuhan Ceyhan, Turki.
Baca Juga: Perang Meluas, Qatar Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Su-24 Iran untuk Pertama Kalinya
Lihat Juga :