Selain Lonjakan Harga Minyak, IHSG Berdarah-darah Terpukul Fitch Rating

Rabu, 04 Maret 2026 - 21:15 WIB
Secara teknikal, area 7.500–7.600 kini menjadi zona penopang penting bagi IHSG sebelum berpotensi menguji kembali area 7.400 jika eskalasi konflik terus meluas. Namun, jika ketegangan mereda dan rupiah berhasil stabil, indeks memiliki peluang untuk melakukan rebound bertahap ke kisaran 7.900–8.100 pada akhir bulan ini.

Di sisi lain, revisi outlook dari Fitch Ratings menjadi sentimen tambahan yang mempercepat aksi jual, terutama oleh investor asing yang sangat sensitif terhadap risiko makro. Meski peringkat kredit Indonesia tetap di level investment grade BBB, pasar merespons perubahan ini sebagai sinyal meningkatnya tantangan stabilitas kebijakan di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500

Hendra menegaskan bahwa koreksi tajam ini juga dipicu oleh faktor teknikal berupa aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks mengalami reli panjang sejak awal tahun. Pelemahan rupiah akibat aliran modal keluar (capital outflow) dalam jangka pendek turut mempersempit ruang pelonggaran suku bunga akibat ancaman inflasi energi.

Kombinasi antara tekanan eksternal dari dinamika geopolitik serta tantangan domestik terkait sentimen fiskal membuat tekanan pasar terasa lebih dalam dan berlangsung sangat cepat. Investor diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan harga energi global yang menjadi variabel kunci dalam menentukan stabilitas pasar modal dalam beberapa pekan ke depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!