Angkat Daya Beli Konsumen Jelang Lebaran 2026, Sarinah Tebar Diskon hingga 50%
Kamis, 05 Maret 2026 - 18:32 WIB
“Momentum ini menjadi periode krusial, di mana mobilitas dan konsumsi domestik meningkat signifikan. Sarinah kami harapkan sebagai Cultural Experience Center, tak hanya sekedar ruang transaksi namun juga ruang interaksi budaya dan gaya hidup yang melengkapi perjalanan wisatawan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, PT Sarinah memprediksi puncak transaksi akan terjadi pada 6 hingga 13 Maret 2026, bertepatan dengan periode pencairan Tunjangan Hari Raya. Pada Ramadan 2025, Sarinah mencatatkan 611 ribu pengunjung. Tahun ini perusahaan optimistis dapat melampaui capaian tersebut.
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan menegaskan, bahwa Ramadan bagi Sarinah bukan sekadar momentum promosi, melainkan momentum positioning.
“Ramadan bagi PT Sarinah adalah momentum untuk mempertegas positioning kami sebagai Cultural Experience Centre. Kami tidak hanya menawarkan promosi, tetapi menghadirkan pengalaman yang terkurasi mulai dari Malam Berkah Extra sebagai penggerak transaksi, Gema Ramadan yang mengangkat tradisi Nusantara, hingga focal point atrium yang menjadi simbol ruang berbagi. Kami ingin setiap kunjungan ke Sarinah terasa bermakna, bukan sekadar berbelanja,” jelas Raisha.
Program yang paling diunggulkan tahun ini adalah Happy Hours bertajuk Malam Berkah Extra yang diselenggarakan pada 6 hingga 8 Maret 2026 mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan penawaran diskon hingga 50 persen. Program ini dirancang sebagai strategi konversi berbasis waktu yang memaksimalkan momentum belanja malam hari setelah berbuka puasa, khususnya pada periode puncak THR.
Selain mendorong transaksi, PT Sarinah juga memperkuat aktivasi budaya melalui rangkaian Gema Ramadan yang berlangsung pada periode yang sama. Aktivasi ini mengangkat tradisi Indonesia melalui acara pawai obor dan marawis dalam Gema Lentera Ramadan, pertunjukan Rampak Bedug sebagai wujud syukur dalam Gema Bedug Raya, pertunjukan angklung bernuansa Ramadan, serta kegiatan Ngabuburit di Sarinah yang menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas.
Melalui pendekatan ini, Sarinah bukan hanya menjadi ruang belanja, melainkan juga ruang budaya dan interaksi publik. Dari sisi visual dan pengalaman ruang, PT Sarinah menghadirkan focal point atrium dengan konsep Pedesaan Nusantara yang terinspirasi dari kekayaan budaya Sumatera Selatan.
Sejalan dengan hal tersebut, PT Sarinah memprediksi puncak transaksi akan terjadi pada 6 hingga 13 Maret 2026, bertepatan dengan periode pencairan Tunjangan Hari Raya. Pada Ramadan 2025, Sarinah mencatatkan 611 ribu pengunjung. Tahun ini perusahaan optimistis dapat melampaui capaian tersebut.
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan menegaskan, bahwa Ramadan bagi Sarinah bukan sekadar momentum promosi, melainkan momentum positioning.
“Ramadan bagi PT Sarinah adalah momentum untuk mempertegas positioning kami sebagai Cultural Experience Centre. Kami tidak hanya menawarkan promosi, tetapi menghadirkan pengalaman yang terkurasi mulai dari Malam Berkah Extra sebagai penggerak transaksi, Gema Ramadan yang mengangkat tradisi Nusantara, hingga focal point atrium yang menjadi simbol ruang berbagi. Kami ingin setiap kunjungan ke Sarinah terasa bermakna, bukan sekadar berbelanja,” jelas Raisha.
Program yang paling diunggulkan tahun ini adalah Happy Hours bertajuk Malam Berkah Extra yang diselenggarakan pada 6 hingga 8 Maret 2026 mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan penawaran diskon hingga 50 persen. Program ini dirancang sebagai strategi konversi berbasis waktu yang memaksimalkan momentum belanja malam hari setelah berbuka puasa, khususnya pada periode puncak THR.
Selain mendorong transaksi, PT Sarinah juga memperkuat aktivasi budaya melalui rangkaian Gema Ramadan yang berlangsung pada periode yang sama. Aktivasi ini mengangkat tradisi Indonesia melalui acara pawai obor dan marawis dalam Gema Lentera Ramadan, pertunjukan Rampak Bedug sebagai wujud syukur dalam Gema Bedug Raya, pertunjukan angklung bernuansa Ramadan, serta kegiatan Ngabuburit di Sarinah yang menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas.
Melalui pendekatan ini, Sarinah bukan hanya menjadi ruang belanja, melainkan juga ruang budaya dan interaksi publik. Dari sisi visual dan pengalaman ruang, PT Sarinah menghadirkan focal point atrium dengan konsep Pedesaan Nusantara yang terinspirasi dari kekayaan budaya Sumatera Selatan.
Lihat Juga :