Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, APBN 2026 Indonesia Terancam Jebol

Senin, 09 Maret 2026 - 10:56 WIB
Sejumlah ekonom memperkirakan setiap kenaikan USD 1 per barel di atas asumsi APBN dapat menambah beban fiskal hingga Rp6–10 triliun. Jika harga minyak bertahan di atas USD100 dalam waktu lama, tambahan beban subsidi energi bisa membengkak hingga ratusan triliun rupiah.

Kondisi ini membuat ruang fiskal pemerintah semakin sempit, terutama di tengah berbagai program prioritas yang membutuhkan anggaran besar.

Defisit APBN Berpotensi Melebar

Lonjakan harga minyak juga berpotensi memperlebar defisit anggaran. Pemerintah sendiri menargetkan defisit APBN tetap berada di bawah batas maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun jika harga minyak terus bertahan di level tinggi, pemerintah kemungkinan harus melakukan sejumlah langkah darurat, mulai dari efisiensi anggaran, pengalihan belanja, hingga penyesuaian kebijakan energi domestik.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga dapat memicu tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah karena meningkatnya kebutuhan impor energi.

Alarm Ketergantungan Energi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!