APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Selasa, 10 Maret 2026 - 10:42 WIB
Enam Defisit APBN Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia dari tahun ke tahun. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dirancang boleh mengalami defisit meski pemerintah menetapkan batas yang ketat. Berdasarkan Undang-Undang Keuangan Negara Indonesia, defisit APBN tidak boleh melebihi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) agar stabilitas fiskal dan utang negara tetap terkendali.
Namun dalam kondisi tertentu seperti krisis ekonomi atau guncangan global, defisit dapat melebar jauh di atas batas tersebut. Salah satu contoh paling ekstrem terjadi saat pandemi Covid-19, ketika pemerintah harus menggelontorkan anggaran besar untuk menyelamatkan ekonomi nasional.
Berikut daftar defisit APBN terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, lengkap dengan konteks ekonomi pada masing-masing tahun.
1. Tahun 2020 – Defisit Rp947,7 Triliun (6,14% PDB)
Tahun 2020 mencatat defisit APBN terbesar dalam sejarah Indonesia, mencapai sekitar Rp947,7 triliun atau 6,14% dari PDB.
Lonjakan defisit terjadi karena pandemi COVID-19 menghantam perekonomian global. Penerimaan negara anjlok akibat aktivitas ekonomi melambat, sementara pemerintah harus meningkatkan belanja secara besar-besaran untuk berbagai program darurat.
Belanja negara saat itu diarahkan untuk:
- bantuan sosial bagi masyarakat terdampak,
- pengadaan vaksin dan alat kesehatan,
- subsidi bagi dunia usaha,
- serta program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Kombinasi turunnya pendapatan negara dan meningkatnya belanja membuat defisit APBN melonjak jauh melampaui batas normal 3% PDB.
Baca Juga: Purbaya Potong Anggaran MBG jika Defisit APBN Lewati Batas 3%
2. Tahun 2021 – Defisit Rp775 Triliun (4,65% PDB)
Pada 2021, defisit APBN masih sangat besar yaitu sekitar Rp775 triliun atau 4,65% dari PDB.
Namun dalam kondisi tertentu seperti krisis ekonomi atau guncangan global, defisit dapat melebar jauh di atas batas tersebut. Salah satu contoh paling ekstrem terjadi saat pandemi Covid-19, ketika pemerintah harus menggelontorkan anggaran besar untuk menyelamatkan ekonomi nasional.
Berikut daftar defisit APBN terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, lengkap dengan konteks ekonomi pada masing-masing tahun.
1. Tahun 2020 – Defisit Rp947,7 Triliun (6,14% PDB)
Tahun 2020 mencatat defisit APBN terbesar dalam sejarah Indonesia, mencapai sekitar Rp947,7 triliun atau 6,14% dari PDB.
Lonjakan defisit terjadi karena pandemi COVID-19 menghantam perekonomian global. Penerimaan negara anjlok akibat aktivitas ekonomi melambat, sementara pemerintah harus meningkatkan belanja secara besar-besaran untuk berbagai program darurat.
Belanja negara saat itu diarahkan untuk:
- bantuan sosial bagi masyarakat terdampak,
- pengadaan vaksin dan alat kesehatan,
- subsidi bagi dunia usaha,
- serta program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Kombinasi turunnya pendapatan negara dan meningkatnya belanja membuat defisit APBN melonjak jauh melampaui batas normal 3% PDB.
Baca Juga: Purbaya Potong Anggaran MBG jika Defisit APBN Lewati Batas 3%
2. Tahun 2021 – Defisit Rp775 Triliun (4,65% PDB)
Pada 2021, defisit APBN masih sangat besar yaitu sekitar Rp775 triliun atau 4,65% dari PDB.
Lihat Juga :