APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:42 WIB
Tahun ini merupakan fase lanjutan penanganan pandemi COVID-19. Pemerintah tetap mempertahankan belanja tinggi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi.

Beberapa faktor yang memicu defisit besar:

- Program vaksinasi nasional berskala besar

- Bantuan sosial dan subsidi energi

- Stimulus untuk UMKM dan dunia usaha

Meski masih tinggi, defisit mulai menurun dibanding 2020 seiring pemulihan ekonomi secara bertahap.

3. Tahun 2022 – Defisit Rp464 Triliun (2,38% PDB)

Pada 2022, defisit APBN turun cukup tajam menjadi sekitar Rp464,3 triliun atau 2,38% dari PDB.

Penurunan ini terjadi karena penerimaan negara melonjak drastis. Pendapatan negara bahkan mencapai sekitar Rp2.626,4 triliun, atau sekitar 115,9% dari target APBN.

Lonjakan penerimaan dipicu oleh:

- harga komoditas global yang tinggi (batu bara, nikel, sawit),

- peningkatan penerimaan pajak,

- serta pemulihan aktivitas ekonomi setelah pandemi.

Dengan capaian ini, pemerintah berhasil melakukan konsolidasi fiskal lebih cepat dari target dan mengembalikan defisit di bawah batas 3% PDB.

4. Tahun 2019 – Defisit Rp349 Triliun (Sekitar 2,2% PDB)

Sebelum pandemi, defisit APBN pada 2019 tercatat sekitar Rp349 triliun atau sekitar 2,2% dari PDB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!