Trump Sesumbar Perang dengan Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Terjun Bebas
Rabu, 11 Maret 2026 - 07:58 WIB
Data dari Lloyd's List Intelligence menunjukkan, lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz sempat anjlok hingga 80% pada awal Maret. Situasi ini memicu lonjakan tarif kapal supertanker rute Timur Tengah ke China hingga lebih dari 94% ke rekor tertinggi sebesar USD423.736 per hari.
Baca Juga: Trump: Perang Iran Hampir Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz
Analis dari RBC Capital Markets bahkan menyebut situasi ini sebagai krisis energi paling signifikan sejak embargo minyak tahun 1970-an. Meskipun Iran sempat bersikap agresif, tanda-tanda pelonggaran blokade mulai terlihat saat Teheran mengizinkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan China untuk tetap melintas.
Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal tanker minyak melewati selat tersebut secara aman, membuktikan bahwa blokade Iran tidak sepenuhnya kedap. Harapan perdamaian semakin menguat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan telepon dengan Trump untuk membahas proposal penyelesaian konflik secara cepat. Para investor kini mulai mengantisipasi normalisasi distribusi energi, meskipun ketegangan militer di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda.
Kendati demikian, situasi di lapangan dilaporkan masih sangat volatil. Iran melalui media pemerintahnya menegaskan bahwa pihaknya yang akan menentukan akhir dari peperangan ini, sementara militer AS tetap melanjutkan operasi pengamanan rute maritim di Teluk Persia untuk menjamin kelancaran arus komoditas energi dunia.
Baca Juga: Trump: Perang Iran Hampir Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz
Analis dari RBC Capital Markets bahkan menyebut situasi ini sebagai krisis energi paling signifikan sejak embargo minyak tahun 1970-an. Meskipun Iran sempat bersikap agresif, tanda-tanda pelonggaran blokade mulai terlihat saat Teheran mengizinkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan China untuk tetap melintas.
Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal tanker minyak melewati selat tersebut secara aman, membuktikan bahwa blokade Iran tidak sepenuhnya kedap. Harapan perdamaian semakin menguat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan telepon dengan Trump untuk membahas proposal penyelesaian konflik secara cepat. Para investor kini mulai mengantisipasi normalisasi distribusi energi, meskipun ketegangan militer di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda.
Kendati demikian, situasi di lapangan dilaporkan masih sangat volatil. Iran melalui media pemerintahnya menegaskan bahwa pihaknya yang akan menentukan akhir dari peperangan ini, sementara militer AS tetap melanjutkan operasi pengamanan rute maritim di Teluk Persia untuk menjamin kelancaran arus komoditas energi dunia.
(nng)
Lihat Juga :