Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun demi Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?
Rabu, 11 Maret 2026 - 10:17 WIB
“Semuanya sudah lengkap, tinggal bagaimana kita melakukan itu sesuai dengan RUPTL, RUKN, dan arahan Bapak Presiden tentang Asta Cita,” ujar Farah dalam acara Green Energy Transition Indonesia Day 2026 yang digaggas oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) di Jakarta, Selasa (10/3).
Guna menambal kebutuhan ribuan triliun tersebut, pemerintah mengandalkan berbagai skema pendanaan internasional, salah satunya melalui Just Energy Transition Partnership (JETP). Dana tersebut terdiri dari pembiayaan konsesional dan komersial yang ditujukan untuk mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Sebenarnya kan di JETP itu ada 10 yang terkait dengan konsensional, 10 billion, dan 10 memang yang komersil,” ujarnya.
Untuk mempercepat realisasi pendanaan tersebut, pemerintah juga telah membentuk unit khusus yang bertugas mengoordinasikan implementasi penyaluran dana bagi proyek transisi energi. Baca Juga: Gas Tetap Jadi Pilar Transisi Energi, Tantangan Pasokan dan Infrastruktur Masih Besar
Guna menambal kebutuhan ribuan triliun tersebut, pemerintah mengandalkan berbagai skema pendanaan internasional, salah satunya melalui Just Energy Transition Partnership (JETP). Dana tersebut terdiri dari pembiayaan konsesional dan komersial yang ditujukan untuk mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Sebenarnya kan di JETP itu ada 10 yang terkait dengan konsensional, 10 billion, dan 10 memang yang komersil,” ujarnya.
Untuk mempercepat realisasi pendanaan tersebut, pemerintah juga telah membentuk unit khusus yang bertugas mengoordinasikan implementasi penyaluran dana bagi proyek transisi energi. Baca Juga: Gas Tetap Jadi Pilar Transisi Energi, Tantangan Pasokan dan Infrastruktur Masih Besar
Lihat Juga :