Meningkatkan Pelayanan Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 lewat Terapi Pengobatan Inovatif
Rabu, 11 Maret 2026 - 12:07 WIB
Pola makan yang sehat dapat berkontribusi terhadap pencegahan penyakit Diabetes Melitus yang saat ini masih menjadi tantangan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas (2025), sekitar 11,1% - atau 1 dari 9 – populasi dewasa (20-79 tahun) hidup dengan diabetes, dengan lebih dari 4 dari 10 - orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut.
Lebih dari 90% kasus Diabetes Melitus tersebut merupakan Diabetes Melitus Tipe 2, yaitu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi.
Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor sosial ekonomi, demografis, lingkungan, serta genetik. Diabetes Melitus Tipe 2 memengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi dan merupakan bentuk diabetes yang paling umum terjadi pada orang dewasa.
IDF Diabetes Atlas (2025) menunjukan sekitar 19,5 juta orang dewasa hidup dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Hal ini menegaskan perlunya upaya peningkatan kesadaran, pencegahan, serta akses terhadap pengobatan baru untuk terapi Diabetes Melitus Tipe 2.
Upaya ini membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan pasien di Indonesia, APL memberikan solusi nyata melalui keahliannya dalam bidang distribusi, komersialisasi, dan layanan uji klinis.
APL menghadirkan pilihan pengobatan baru ke Indonesia, sebagai contoh yaitu Tirzepatide yang merupakan obat dengan mekanisme kerja baru untuk Diabetes Melitus Tipe 2. Tirzepatide merupakan dual receptor antagonist yang menggabungkan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1). APL juga akan memastikan terapi tersebut dapat diakses oleh pasien di seluruh Indonesia.
Lebih dari 90% kasus Diabetes Melitus tersebut merupakan Diabetes Melitus Tipe 2, yaitu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak mencukupi.
Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor sosial ekonomi, demografis, lingkungan, serta genetik. Diabetes Melitus Tipe 2 memengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi dan merupakan bentuk diabetes yang paling umum terjadi pada orang dewasa.
IDF Diabetes Atlas (2025) menunjukan sekitar 19,5 juta orang dewasa hidup dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Hal ini menegaskan perlunya upaya peningkatan kesadaran, pencegahan, serta akses terhadap pengobatan baru untuk terapi Diabetes Melitus Tipe 2.
Upaya ini membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan pasien di Indonesia, APL memberikan solusi nyata melalui keahliannya dalam bidang distribusi, komersialisasi, dan layanan uji klinis.
APL menghadirkan pilihan pengobatan baru ke Indonesia, sebagai contoh yaitu Tirzepatide yang merupakan obat dengan mekanisme kerja baru untuk Diabetes Melitus Tipe 2. Tirzepatide merupakan dual receptor antagonist yang menggabungkan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1). APL juga akan memastikan terapi tersebut dapat diakses oleh pasien di seluruh Indonesia.
Lihat Juga :