Dua Kapal Pertamina Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah
Kamis, 12 Maret 2026 - 15:13 WIB
Sementara itu, dua kapal lainnya yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di kawasan Teluk Arab. Vega mengatakan, kedua kapal tersebut sedang menunggu situasi yang lebih aman sebelum melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz dan dipastikan dalam kondisi aman.
Kapal Gamsunoro saat ini melayani pengangkutan kargo milik konsumen pihak ketiga, sedangkan VLCC Pertamina Pride tengah menjalankan misi pengangkutan minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Baca Juga: Iran Masih Berpengaruh Kuat di Selat Hormuz, Trump Ditekan untuk Hentikan Perang
Meski masih terdapat kapal yang menunggu situasi aman untuk keluar dari kawasan tersebut, Pertamina memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan lancar. Saat ini, distribusi energi Pertamina Group didukung sekitar 345 armada kapal yang beroperasi di berbagai wilayah, baik di perairan internasional maupun domestik. "Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," ujar Vega.
Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam secara real-time terhadap seluruh armada, kru, dan pekerja guna memastikan keselamatan serta kelancaran distribusi energi. Pertamina juga telah berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan metode reguler, alternatif, dan darurat untuk menentukan rantai pasok yang paling efektif dan aman guna memenuhi kebutuhan energi masyaratat.
Kapal Gamsunoro saat ini melayani pengangkutan kargo milik konsumen pihak ketiga, sedangkan VLCC Pertamina Pride tengah menjalankan misi pengangkutan minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Baca Juga: Iran Masih Berpengaruh Kuat di Selat Hormuz, Trump Ditekan untuk Hentikan Perang
Meski masih terdapat kapal yang menunggu situasi aman untuk keluar dari kawasan tersebut, Pertamina memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan lancar. Saat ini, distribusi energi Pertamina Group didukung sekitar 345 armada kapal yang beroperasi di berbagai wilayah, baik di perairan internasional maupun domestik. "Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," ujar Vega.
Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam secara real-time terhadap seluruh armada, kru, dan pekerja guna memastikan keselamatan serta kelancaran distribusi energi. Pertamina juga telah berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan metode reguler, alternatif, dan darurat untuk menentukan rantai pasok yang paling efektif dan aman guna memenuhi kebutuhan energi masyaratat.
(nng)
Lihat Juga :