Rupiah Diguncang Perang AS-Iran, Hari Ini Rp16.893 per Dolar AS
Kamis, 12 Maret 2026 - 17:18 WIB
Hal itu tampak dari realisasi keseimbangan primer yang mencatatkan defisit Rp35,9 triliun. Di sisi lain, beban bunga utang semakin naik. Angka keseimbangan primer yang defisit juga mengonfirmasi bahwa pemerintah menarik utang baru untuk menambal pokok lama.
Kendati demikian, jika mengacu kepada definisi di atas, angka estimasi pembayaran bunga utang pada bulan lalu telah mencapai Rp99,8 triliun. Angka Rp99,8 triliun diperoleh dari selisih antara defisit anggaran dengan realisasi keseimbangan primer.
Artinya jika defisit tercatat sebesar Rp135,7 triliun dan defisit keseimbangan primer Rp35,9 triliun, maka selisihnya atau pembayaran bunga utang sebesar Rp99,8 triliun. Jumlah itu setara 16,64% dari pagu pembayaran bunga utang 2026 sebesar Rp599,4 triliun.
Nilai perkiraan pembayaran bunga utang itu naik sebesar 25,8% dari Februari 2025 yang diestimasi sebesar Rp79,3 triliun.
Selain itu, pembayaran bunga utang itu setara 28,8% dari total realisasi belanja pemerintah pusat pada bulan Februari 2026 senilai Rp346,1 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penyerapan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp44 triliun (9 Maret 2026) atau belanja subsidi dan kompensasi yang hanya sebesar Rp51,5 triliun hingga Februari 2026.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.890-Rp16.920 per dolar AS.
Kendati demikian, jika mengacu kepada definisi di atas, angka estimasi pembayaran bunga utang pada bulan lalu telah mencapai Rp99,8 triliun. Angka Rp99,8 triliun diperoleh dari selisih antara defisit anggaran dengan realisasi keseimbangan primer.
Artinya jika defisit tercatat sebesar Rp135,7 triliun dan defisit keseimbangan primer Rp35,9 triliun, maka selisihnya atau pembayaran bunga utang sebesar Rp99,8 triliun. Jumlah itu setara 16,64% dari pagu pembayaran bunga utang 2026 sebesar Rp599,4 triliun.
Nilai perkiraan pembayaran bunga utang itu naik sebesar 25,8% dari Februari 2025 yang diestimasi sebesar Rp79,3 triliun.
Selain itu, pembayaran bunga utang itu setara 28,8% dari total realisasi belanja pemerintah pusat pada bulan Februari 2026 senilai Rp346,1 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penyerapan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp44 triliun (9 Maret 2026) atau belanja subsidi dan kompensasi yang hanya sebesar Rp51,5 triliun hingga Februari 2026.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.890-Rp16.920 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :