IHSG Ambruk 5,91% dan Rupiah Tertekan, Pasar Indonesia Hadapi Perfect Storm
Senin, 16 Maret 2026 - 07:49 WIB
Titik Nadir (11 Maret), Hari Rabu menjadi puncak tekanan ketika Rupiah mencatatkan level terendah (intraday) sekaligus menembus batas psikologis di Rp17.015. Secara ekonomi politik, ini memicu kekhawatiran imported inflation yang dapat melumpuhkan daya beli sektor riil.
Intervensi & Penutupan (12-13 Maret), terjadi konsolidasi di level Rp16.985 pada Kamis, mengindikasikan intervensi otoritas moneter. Pekan perdagangan ditutup pada Jumat di level Rp16.960, melemah 67 poin dari hari sebelumnya.
“Posisi penutupan di Rp16.960 adalah 'pesan' dari pasar bahwa kepercayaan terhadap stabilitas makroekonomi sedang diuji. Jika level ini bertahan lama, transmisi ke sektor riil melalui lonjakan biaya logistik dan manufaktur tidak akan terhindarkan,” ujar Kusfiardi.
Faktor Pemicu Global: Selat Hormuz dan Krisis Energi
Baca Juga: Bursa Babak Belur Dihantam Perang: IHSG Sepekan Ambruk 5,91%, Kapitalisasi Merosot ke Rp12.678 T
Intervensi & Penutupan (12-13 Maret), terjadi konsolidasi di level Rp16.985 pada Kamis, mengindikasikan intervensi otoritas moneter. Pekan perdagangan ditutup pada Jumat di level Rp16.960, melemah 67 poin dari hari sebelumnya.
“Posisi penutupan di Rp16.960 adalah 'pesan' dari pasar bahwa kepercayaan terhadap stabilitas makroekonomi sedang diuji. Jika level ini bertahan lama, transmisi ke sektor riil melalui lonjakan biaya logistik dan manufaktur tidak akan terhindarkan,” ujar Kusfiardi.
Faktor Pemicu Global: Selat Hormuz dan Krisis Energi
Baca Juga: Bursa Babak Belur Dihantam Perang: IHSG Sepekan Ambruk 5,91%, Kapitalisasi Merosot ke Rp12.678 T
Lihat Juga :