Jaga Defisit APBN di Bawah 3%, Pemerintah Siapkan Opsi Pangkas Anggaran Akibat Perang
Selasa, 17 Maret 2026 - 10:33 WIB
Kepastian mengenai anggaran program unggulan juga dikonfirmasi oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Ia memastikan bahwa alokasi dana untuk BGN tetap sesuai dengan ketetapan awal dalam APBN 2026.
"Sementara kita masih tetap dengan yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dengan anggaran APBN 2026," ujar Dadan usai rapat.
Sebagai informasi, anggaran yang telah ditetapkan untuk BGN dalam APBN 2026 mencapai Rp335 triliun. Pemerintah menegaskan bahwa pemotongan anggaran saat ini merupakan skenario awal.
Jika konflik geopolitik berlangsung lebih lama (melebihi lima bulan) dan berdampak lebih dalam pada harga energi, pemerintah baru akan mempertimbangkan tiga skenario alternatif yang lebih luas, yang sebelumnya telah dipaparkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memitigasi risiko eksternal tanpa mengorbankan program-program pembangunan manusia yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Sementara kita masih tetap dengan yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dengan anggaran APBN 2026," ujar Dadan usai rapat.
Sebagai informasi, anggaran yang telah ditetapkan untuk BGN dalam APBN 2026 mencapai Rp335 triliun. Pemerintah menegaskan bahwa pemotongan anggaran saat ini merupakan skenario awal.
Jika konflik geopolitik berlangsung lebih lama (melebihi lima bulan) dan berdampak lebih dalam pada harga energi, pemerintah baru akan mempertimbangkan tiga skenario alternatif yang lebih luas, yang sebelumnya telah dipaparkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memitigasi risiko eksternal tanpa mengorbankan program-program pembangunan manusia yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
(akr)
Lihat Juga :