Dukung Imbauan Prabowo Subianto untuk Hemat BBM, Guru Besar Unand:  Konsumsi Sewajarnya Saja

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:39 WIB
Harif menambahkan efisiensi dapat juga dilakukan dalam kondisi normal dalam rangka mengubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan energi. Namun demikian, dia melanjutkan, penerapan efisiensi dalam kondisi yang serba ketidakpastian tentunya akan memberikan manfaat yang lebih banyak.

Dalam kondisi seperti sekarang, kata Harif, bila ada masyarakat yang menumpuk stok BBM tentunya dapat mengganggu kebutuhan masyarakat lain serta berpotensi menimbulkan kepanikan.

“Dengan demikian masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi BBM secara tidak wajar. Kondisi itu justru dapat memberikan dampak tekanan psikologis dan dampak ikutan masyarakat bersama-sama melakukan penimbunan,” katanya.

Harif menilai psikologis masyarakat terhadap ketersediaan BBM ini memang terganggu menyusul terjadinya pro dan kontra pasokan BBM yang dikabarkan hanya cukup selama 20 hari. Ia menuturkan informasi yang beredar di berbagai media sehubungan dengan stok nasional 20-30 hari disebabkan karena keterbatasan tempat penyimpanan dengan konsumsi yang tinggi karena populasi yang padat.

Baca Juga : Buntut Perang Iran vs AS - Israel, Puluhan SPBU di Australia Kehabisan BBM
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!