Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB
Baca Juga: Guncang Dominasi China, Tambang Greenland Temukan Cadangan Logam Tanah Jarang Strategis Baru

Perubahan pola perdagangan ini tidak lepas dari kebijakan kontrol ekspor yang diterapkan China sejak 2025, yang mewajibkan izin untuk pengiriman sejumlah material tanah jarang strategis. Kebijakan tersebut diperluas dengan mencakup lebih banyak unsur, termasuk samarium, gadolinium, dan lutetium.

Di sisi lain, pembatasan ekspor yang lebih luas sempat direncanakan berlaku lebih ketat, namun ditangguhkan hingga November 2026 setelah adanya konsultasi diplomatik. Meski demikian, sejumlah material tertentu tetap berada di bawah pengawasan ketat.

Situasi ini terjadi di tengah dinamika hubungan dagang global, termasuk rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan Presiden China yang tertunda. Dengan dominasi produksi dan pemurnian tanah jarang dunia, China dinilai tetap memiliki pengaruh besar terhadap rantai pasok industri strategis global seperti kendaraan listrik, elektronik, dan pertahanan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!