Guncang Dominasi China, Tambang Greenland Temukan Cadangan Logam Tanah Jarang Strategis Baru

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:44 WIB
loading...
Guncang Dominasi China,...
Tambang Greenland menemukan cadangan logam tanah jarang strategis baru di tengah pembatasan China tahun lalu. FOTO/Innovationnewsnetwork
A A A
GREENLAND - Greenland Resources Inc. mengumumkan pekan ini bahwa pengujian ulang (reassay) sampel inti pengeboran dari endapan molibdenum Malmbjerg di wilayah Greenland timur bagian tengah menunjukkan adanya mineralisasi logam tanah jarang hingga 579,5 bagian per juta (parts per million/ppm) dalam bentuk total rare earth oxide. Temuan baru ini menambah nilai strategis proyek tersebut, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai proyek prioritas dalam RESourceEU Action Plan milik Komisi Eropa.

Perusahaan yang tercatat di Bursa Toronto itu menyatakan telah mengumpulkan dan menguji ulang 233 sampel dari lima lubang pengeboran intan yang diarsipkan di Greenland. Interval sampel dipilih berdasarkan kadar molibdenum yang melampaui batas keekonomian untuk cadangan terbukti dan terduga. Seluruh sampel dianalisis di laboratorium SGS S.A. di Vancouver untuk 56 unsur, termasuk molibdenum, magnesium, dan logam tanah jarang.

Baca Juga: Greenland Merespons Kesepakatan Trump dan Bos NATO: Kedaulatan Adalah Garis Merah!

Temuan logam tanah jarang ini muncul di saat negara-negara Barat berupaya keras mengurangi ketergantungan pada rantai pasok yang dikuasai China. China memberlakukan pembatasan ekspor terhadap tujuh unsur logam tanah jarang berat pada April 2025, disusul pembatasan tambahan pada Oktober 2025 yang mencakup lima unsur lainnya—holmium, erbium, thulium, europium, dan ytterbium seluruhnya terdeteksi dalam sampel Malmbjerg.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Rekomendasi
23 Juta Orang Teken...
23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Berita Terkini
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved