Bitcoin Melaju di Tengah Gejolak Timur Tengah, Ungguli Emas dan Saham

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:45 WIB
Gangguan pada jalur distribusi energi di Selat Hormuz juga meningkatkan risiko inflasi global. Situasi ini mendorong ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama untuk menekan laju kenaikan harga.

Baca Juga: Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar

Meski Bitcoin menunjukkan tren positif, pasar kripto secara keseluruhan dinilai masih berada dalam fase volatil dengan sentimen yang cenderung berhati-hati. Faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga tetap menjadi penentu utama, sehingga investor disarankan tetap disiplin dalam manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax menyatakan komitmennya dalam menjaga transparansi melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat literasi dan memastikan masyarakat dapat berinvestasi secara bijak di tengah dinamika pasar global yang dinamis.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!