Menguak Transaksi Gelap Minyak Rp9,7 Triliun Sebelum Tweet Trump Soal Iran
Rabu, 25 Maret 2026 - 09:31 WIB
Volume perdagangan untuk Brent dan WTI meningkat pada waktu yang sama, 27 detik sebelum pukul 18:50. Kontrak berjangka yang melacak indeks saham S&P 500 naik harga beberapa saat setelah perdagangan minyak, dengan volume juga meningkat selama periode waktu tersebut.
Tidak diketahui apakah satu entitas atau beberapa entitas yang berada di balik perdagangan hari Senin tersebut. Postingan Truth Social Trump memicu aksi jual di seluruh pasar energi global dan kenaikan pada kontrak berjangka indeks saham S&P 500 serta ekuitas Eropa.
Kontrak berjangka Crude Oil WTI diperdagangkan sekitar USD89,50 pada sekitar pukul 06:00 waktu Indonesia pada hari Senin, turun dari di atas USD98 tepat sebelum Trump membuat postingannya. Indeks S&P 500 naik 1,05% pada hari Senin. Kemudian pada hari Senin, Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua parlemen Iran, membantah dalam sebuah postingan di X bahwa ada negosiasi antara Washington dan Teheran yang telah terjadi.
Baca Juga: Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda
Dampaknya harga minyak langsung anjlok, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan ekuitas Eropa melonjak karena investor berekspektasi konflik Timur Tengah akan mereda. "Dalam 25 tahun saya mengamati pasar, ini benar-benar tidak normal. Tidak ada data penting, tidak ada pidato pejabat Bank Sentral. Seseorang baru saja menjadi jauh lebih kaya," ujar seorang manajer portofolio senior kepada media.
Tidak diketahui apakah satu entitas atau beberapa entitas yang berada di balik perdagangan hari Senin tersebut. Postingan Truth Social Trump memicu aksi jual di seluruh pasar energi global dan kenaikan pada kontrak berjangka indeks saham S&P 500 serta ekuitas Eropa.
Kontrak berjangka Crude Oil WTI diperdagangkan sekitar USD89,50 pada sekitar pukul 06:00 waktu Indonesia pada hari Senin, turun dari di atas USD98 tepat sebelum Trump membuat postingannya. Indeks S&P 500 naik 1,05% pada hari Senin. Kemudian pada hari Senin, Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua parlemen Iran, membantah dalam sebuah postingan di X bahwa ada negosiasi antara Washington dan Teheran yang telah terjadi.
Baca Juga: Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda
Dampaknya harga minyak langsung anjlok, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan ekuitas Eropa melonjak karena investor berekspektasi konflik Timur Tengah akan mereda. "Dalam 25 tahun saya mengamati pasar, ini benar-benar tidak normal. Tidak ada data penting, tidak ada pidato pejabat Bank Sentral. Seseorang baru saja menjadi jauh lebih kaya," ujar seorang manajer portofolio senior kepada media.
Lihat Juga :