Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?

Senin, 30 Maret 2026 - 17:19 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya memprediksi fenomena El Nino dengan intensitas kuat tersebut akan menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering di sejumlah wilayah Indonesia. Dampaknya dinilai berpotensi mengganggu produktivitas sektor pertanian nasional.

Amran mengatakan pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi pelajaran penting dalam memperkuat strategi mitigasi. Saat itu, kebutuhan impor pangan sempat diperkirakan mencapai 10 juta ton, namun berhasil ditekan menjadi sekitar 3,7 juta ton.

Keberhasilan tersebut didukung oleh percepatan program pompanisasi, pembangunan jaringan irigasi, serta optimalisasi lahan rawa yang mampu meningkatkan indeks pertanaman. Infrastruktur pertanian kini dinilai jauh lebih siap dibandingkan beberapa tahun lalu.

Ia menjelaskan, puluhan ribu pompa air telah terpasang di berbagai sentra produksi, sementara optimalisasi lahan memungkinkan peningkatan frekuensi tanam dari satu kali menjadi hingga tiga kali dalam setahun. "Jadi infrastruktur untuk menghadapi El Nino sudah jauh lebih baik. Pompanisasi itu puluhan ribu pompa di lapangan dan sudah terpasang," katanya.

Selain itu, pemerintah bersama kementerian teknis mempercepat perbaikan jaringan irigasi dengan target mencakup 2 juta hektare lahan pada 2026. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air selama musim kemarau panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!