Soal Anggaran Jumbo, Kepala BGN Dadan Hindayana: Kami Miliki Rp335 Triliun Tak Benar
Selasa, 31 Maret 2026 - 13:26 WIB
Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dari total Rp249 triliun yang dialokasikan untuk pelaksanaan MBG, sekitar 70% digunakan untuk pembelian bahan baku pangan. Kebijakan ini dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, serta rantai pasok pangan nasional.
Baca Juga: BGN Ungkap 1.528 SPPG di Seluruh Indonesia di-Suspend Per 25 Maret 2026
Sementara itu sekitar 20% anggaran digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk biaya listrik, sewa kendaraan distribusi, hingga pembayaran insentif relawan.
Dadan menyebutkan, hingga kini jumlah relawan SPPG telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang di seluruh Indonesia, dengan penghasilan berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per bulan. “Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dari total Rp249 triliun yang dialokasikan untuk pelaksanaan MBG, sekitar 70% digunakan untuk pembelian bahan baku pangan. Kebijakan ini dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, serta rantai pasok pangan nasional.
Baca Juga: BGN Ungkap 1.528 SPPG di Seluruh Indonesia di-Suspend Per 25 Maret 2026
Sementara itu sekitar 20% anggaran digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk biaya listrik, sewa kendaraan distribusi, hingga pembayaran insentif relawan.
Dadan menyebutkan, hingga kini jumlah relawan SPPG telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang di seluruh Indonesia, dengan penghasilan berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per bulan. “Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :