Tak Ada Pilihan Lain, Negara-negara Asia Berebut Minyak dari Rusia

Rabu, 01 April 2026 - 20:44 WIB
Baca Juga: Dianggap sebagai Macan Kertas, Trump Ingin AS Keluar dari NATO

Filipina bahkan mengimpor minyak mentah Rusia untuk pertama kalinya dalam lima tahun setelah menetapkan status darurat energi. Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar serta rencana pembatasan konsumsi menjadi indikasi tekanan yang semakin besar di sektor energi negara tersebut.

Meski permintaan meningkat, para analis menilai kemampuan Rusia untuk menambah ekspor terbatas. Produksi minyak Rusia saat ini mendekati kapasitas puncak, sementara gangguan akibat konflik dengan Ukraina turut membatasi kemampuan distribusi.

Di sisi lain, China dan India memiliki keunggulan karena lebih dulu mengamankan pasokan dalam jumlah besar. Impor minyak Rusia India melonjak hingga sekitar 1,9 juta barel per hari (bph) pada Maret, meskipun belum sepenuhnya menutup kekurangan pasokan dari Timur Tengah.

Kondisi ini membuat negara-negara lain harus bersaing memperebutkan pasokan yang tersisa. Sementara alternatif dari Amerika atau Afrika dinilai kurang efisien karena waktu pengiriman yang lebih lama. "Ketika Anda tidak punya pilihan lain, semua opsi ada di meja," kata analis energi dari Energy Shift Institute, Putra Adhiguna.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!