Gara-gara Perang, Ruang Penurunan BI Rate Semakin Tipis

Rabu, 08 April 2026 - 22:01 WIB
“Adanya perang di Timur Tengah menyebabkan harga minyak global dan yield meningkat. Hal ini dipicu oleh kenaikan defisit fiskal Amerika Serikat, termasuk untuk anggaran perang, dan akan berdampak ke Indonesia,” tegas Perry.

Selain lonjakan harga minyak, dampak sistemik lainnya adalah terjadinya pelarian modal asing keluar (capital outflow). Para investor cenderung memindahkan dana mereka dari negara berkembang (emerging markets) menuju pasar keuangan global yang dianggap lebih aman (safe haven).

Kondisi ini diperparah dengan proyeksi ekonomi dunia tahun 2026 yang dikoreksi turun menjadi 3,1% (dari sebelumnya 3,2%). Di sisi lain, inflasi global diperkirakan melonjak dari 3,8% ke 4,1%, yang berpotensi menghambat langkah bank sentral dunia, termasuk The Fed, dalam menurunkan suku bunga mereka.

"Secara umum kebijakan monitor global itu akomodatif, tapi tingkat kecepatan penurunan suku bunganya lebih lambat," imbuhnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!