Purbaya Sebut Bank Dunia Lakukan Dosa Besar dan Salah Hitung

Kamis, 09 April 2026 - 16:25 WIB
Adapun pertumbuhan di wilayah Asia Timur dan Pasifik (EAP) diprediksi melambat pada tahun ini karena guncangan eksternal merujuk rilis laporan Bank Dunia pada 8 April 2026. Dalam laporannya, pertumbuhan regional diperkirakan melambat menjadi 4,2% pada dari prediksi awal 5,0% pada tahun 2025.

Pelambatan perekonomian dipicu guncangan energi akibat konflik di Timur Tengah, yang berdampak negatif untuk akses perdagangan, memantik ketidakpastian kebijakan internasional hingga tantangan ekonomi domestik.

Bank Dunia mengingatkan konflik yang berkepanjangan dan semakin intensif dapat semakin memperburuk kondisi ekonomi dan mengurangi pertumbuhan regional. Ketahanan ekonomi negara bergantung pada kemampuan fiskal menekan risiko inflasi harga minyak, termasuk biaya impor bahan bakar.

"Kenaikan harga bahan bakar sebesar 50% yang terus berlanjut dapat menyebabkan penurunan pendapatan sebesar 3-4% bagi masyarakat di wilayah ini (Asia Timur dan Pasifik)," petik rilis Bank Dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!