AS Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel

Senin, 13 April 2026 - 16:46 WIB
Menurutnya, pasar saat ini masih bereaksi relatif tenang karena para pelaku perdagangan menganggap skenario pemblokiran penuh sebagai langkah gila dan sulit dipercaya. Namun, dampak nyata dari kebijakan tersebut justru akan dirasakan secara mendalam oleh negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik Selatan yang sangat bergantung pada impor minyak.

Pantauan pasar pada Senin menunjukkan kontrak berjangka minyak Brent telah naik sebesar 7,98 persen menjadi USD102,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 8,61 persen menjadi USD104,88 per barel, merespons langsung pernyataan keras dari Gedung Putih.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan, Angkatan Laut AS akan mulai memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Selain melakukan intersepsi, pasukan AS diperintahkan untuk membersihkan ranjau laut dan menargetkan kapal-kapal yang terindikasi melakukan pembayaran tol kepada pihak Iran.

Analis MST Marquee, Saul Kavonic, menilai kebijakan ini akan membatasi sisa aliran minyak terkait Iran hingga 2 juta barel per hari. Hal ini memperburuk gangguan pasokan yang selama ini sudah membebani pasar energi internasional pasca-runtuhnya kesepakatan gencatan senjata.

Senada dengan itu, analis ANZ Brian Martin dan Daniel Hynes menyatakan bahwa langkah blokade akan menghambat ekspor dari produsen-produsen minyak utama di Teluk Persia. Jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi energi dunia yang hingga kini belum memiliki alternatif sepadan.

Baca Juga: Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!