Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?

Senin, 13 April 2026 - 12:50 WIB
loading...
Lewati Selat Hormuz...
Iran dikabarkan memberlakukan tarif masuk bagi setiap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, di tengah masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Iran dikabarkan memberlakukan tarif masuk bagi setiap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz , di tengah masa gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat (AS). Uniknya Iran mewajibkan pembayaran dilakukan dalam bentuk mata uang kripto ( Bitcoin ) senilai USD1 per barel untuk minyak yang diangkut.

Juru bicara Persatuan Eksportir Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran, Hamid Hosseini menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjamin transaksi tetap berjalan aman di tengah kepungan sanksi ekonomi Barat. Prosedur yang ditetapkan Teheran tergolong sangat modern namun ketat.

Kapal-kapal yang ingin melintas wajib mengirimkan rincian muatan via email kepada otoritas Iran untuk proses penilaian. “Setelah email tiba dan penilaian selesai, kapal diberikan waktu beberapa detik untuk membayar dalam Bitcoin. Ini untuk memastikan transaksi tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi,” ungkap Hosseini kepada Financial Times.

Baca Juga: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang, Pejabat Iran: Tertutup Bagi AS dan Sekutunya

Meskipun tarif USD1 per barel relatif kecil dibandingkan harga minyak dunia yang sedang melambung, prosedur pemeriksaan ini diprediksi akan memakan waktu. "Iran tidak sedang terburu-buru," tambah Hosseini, merujuk pada ketatnya pemeriksaan untuk memastikan tidak ada senjata yang diselundupkan melalui jalur tersebut.

Langkah Iran ini ternyata mendapat respons yang tidak terduga dari Washington yang sempat menyatakan ketertarikannya untuk membentuk kerja sama dalam pengelolaan tarif di jalur vital tersebut.



"Kami sedang berpikir untuk melakukannya sebagai sebuah joint venture (usaha patungan). Ini adalah cara untuk mengamankan jalur tersebut dari banyak pihak lainnya. Ini hal yang indah," ujar Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Sebelumnya, Trump sempat menyarankan agar AS membangun sistem tarif versinya sendiri bagi kapal-kapal yang melintas. Namun ide kerja sama ini muncul sebagai sinyal baru dalam upaya stabilisasi harga minyak global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved