Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh

Rabu, 15 April 2026 - 20:55 WIB
Pemerintah Jepang menyatakan memiliki cadangan nafta yang cukup untuk sekitar empat bulan. Namun, kendala utama justru terjadi pada distribusi di tingkat rantai pasok termasuk langkah distributor yang mulai mengurangi pasokan akibat ketidakpastian pengiriman ke depan.

Baca Juga: Iran Ungkap Kerugian akibat Serangan AS-Israel Diperkirakan Sekitar Rp4.630 Triliun

Sejumlah perusahaan telah mengambil langkah drastis untuk mengurai hambatan. Toto menghentikan sementara pesanan produk kamar mandi modular, sementara perusahaan lain seperti Lixil, Panasonic, dan Cleanup juga melaporkan gangguan operasional.

Di sisi kebijakan, Sanae Takaichi memilih tidak mendorong penghematan energi secara terbuka guna menjaga stabilitas ekonomi. Meski demikian, analis menilai kondisi ini menempatkan pelaku industri dalam dilema antara mempertahankan produksi dengan biaya tinggi atau menghadapi risiko kerugian akibat fluktuasi harga bahan baku.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!