Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
Jum'at, 17 April 2026 - 21:10 WIB
Di Thailand, Dana Bahan Bakar Minyak tercatat mengalami defisit hingga puluhan miliar baht, sementara pemerintah menyiapkan langkah darurat untuk menjamin pembiayaan jika tekanan berlanjut.
Baca Juga: Kubu Garis Keras Makin Desak Iran Membuat Bom Nuklir untuk Melawan AS-Israel
Sejumlah lembaga riset menilai kondisi ini bukan hanya krisis jangka pendek. Gangguan pasokan energi global, termasuk minyak dan gas alam cair, berpotensi memperdalam kerentanan struktural kawasan terhadap ketergantungan impor energi.
Laporan dari Trends Research berbasis Uni Emirat Arab (UEA) menggambarkan situasi ini sebagai krisis ekonomi signifikan, mencatat bahwa konflik telah mengganggu hingga 20% pasokan minyak global dan hingga 30% pasokan gas alam cair. Filipina, yang mengimpor hampir seluruh minyak mentahnya, sekitar 98% dari Timur Tengah mengalami lonjakan harga bensin hingga 76%.
Para analis menilai negara-negara ASEAN perlu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur regional, serta reformasi kebijakan energi jangka panjang.
Baca Juga: Kubu Garis Keras Makin Desak Iran Membuat Bom Nuklir untuk Melawan AS-Israel
Sejumlah lembaga riset menilai kondisi ini bukan hanya krisis jangka pendek. Gangguan pasokan energi global, termasuk minyak dan gas alam cair, berpotensi memperdalam kerentanan struktural kawasan terhadap ketergantungan impor energi.
Laporan dari Trends Research berbasis Uni Emirat Arab (UEA) menggambarkan situasi ini sebagai krisis ekonomi signifikan, mencatat bahwa konflik telah mengganggu hingga 20% pasokan minyak global dan hingga 30% pasokan gas alam cair. Filipina, yang mengimpor hampir seluruh minyak mentahnya, sekitar 98% dari Timur Tengah mengalami lonjakan harga bensin hingga 76%.
Para analis menilai negara-negara ASEAN perlu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur regional, serta reformasi kebijakan energi jangka panjang.
(nng)
Lihat Juga :