SMBC Indonesia Fokus Optimalkan Ketahanan Bisnis

Jum'at, 24 April 2026 - 23:34 WIB
Pertumbuhan kredit didorong oleh sejumlah segmen, antara lain kredit korporasi dan komersial yang naik 4,1% yoy, kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 12,0% yoy, serta pembiayaan Grup OTO yang meningkat 5,0 persen yoy. Sementara itu, pembiayaan oleh BTPN Syariah turut tumbuh 3,7% yoy.

Secara konsolidasi, SMBC Indonesia juga berhasil menurunkan biaya kredit sebesar 7,9% yoy menjadi Rp1,2 triliun. Langkah ini dilakukan melalui penerapan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, sekaligus menjaga tingkat cadangan yang memadai untuk mempertahankan kualitas portofolio.

Total aset perusahaan meningkat 4,1% yoy menjadi Rp250 triliun per akhir Maret 2026, didukung oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2% yoy, terutama dari penempatan pada surat berharga. Laba bersih setelah pajak secara konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar.

Sementara itu, laba bersih setelah pajak bank saja tumbuh positif sebesar 6,5% yoy menjadi Rp221 miliar, mencerminkan kinerja inti bank yang tetap solid. Anak usaha juga turut memberikan kontribusi signifikan, di mana BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp319 miliar atau naik 2,8% yoy, sedangkan Grup OTO mencatat laba bersih Rp113 miliar atau melonjak 45,5% yoy.

Di sisi pendanaan, SMBC Indonesia mencatat penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio CASA pun meningkat dari 35,7% menjadi 44,1 persen.

Baca Juga: BTPN Resmi Ubah Nama Jadi Bank SMBC Indonesia
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!