AS Gantungkan Nasib ke Minyak Venezuela? Bos Chevron Beberkan Tantangannya
Senin, 27 April 2026 - 08:48 WIB
Di tengah kebuntuan pasokan energi akibat blokade Selat Hormuz, mata dunia kini tertuju pada Venezuela. Foto/Dok
JAKARTA - Di tengah kebuntuan pasokan energi akibat blokade Selat Hormuz , mata dunia kini tertuju pada minyak Venezuela . CEO Chevron Corp, Mike Wirth memberikan sinyal positif sekaligus peringatan keras terkait upaya menghidupkan kembali raksasa minyak Amerika Selatan tersebut sebagai solusi krisis energi global.
Dalam wawancaranya di program Face the Nation CBS, Wirth menyebut perubahan kebijakan minyak Venezuela di bawah kepemimpinan presiden pelaksana, Delcy Rodríguez menjadi kemajuan besar. Namun ia menegaskan bahwa langkah tersebut belum cukup untuk memicu banjir investasi asing yang diharapkan.
Baca Juga: Mengapa AS Kepincut Minyak Venezuela, Apa Istimewanya?
Dalam wawancaranya di program Face the Nation CBS, Wirth menyebut perubahan kebijakan minyak Venezuela di bawah kepemimpinan presiden pelaksana, Delcy Rodríguez menjadi kemajuan besar. Namun ia menegaskan bahwa langkah tersebut belum cukup untuk memicu banjir investasi asing yang diharapkan.
Era Baru Venezuela Pasca-Maduro
Setelah kejatuhan Nicolás Maduro pada Januari 2026, pemerintahan baru di bawah Delcy Rodríguez bergerak cepat menghapus kebijakan minyak nasionalis yang selama ini menghambat investor. Langkah ini diambil guna memikat kembali perusahaan migas raksasa, terutama dari Amerika Serikat.Baca Juga: Mengapa AS Kepincut Minyak Venezuela, Apa Istimewanya?
Lihat Juga :