Perkuat Trading Kuantitatif dan High-Frequency lewat AI Multi-Agen

Senin, 27 April 2026 - 13:10 WIB
Melalui sistem AI multi-agen ini, Slickorps berupaya menghadirkan solusi yang mampu mengintegrasikan seluruh rantai trading, mulai dari analisis hingga eksekusi, dengan frekuensi respons yang lebih tinggi dan stabilitas yang lebih terjaga.

Kompetisi Trading AI Masuk ke Tahap Sistem

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan AI dalam trading juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya AI lebih banyak dimanfaatkan untuk penyaringan sinyal dan pengujian historis, kini AI mulai memainkan peran langsung dalam eksekusi trading yang mendekati kondisi pasar nyata.

Laporan dari Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2026, lebih dari 80% perusahaan akan menggunakan API AI generatif atau mengimplementasikan aplikasi GenAI dalam lingkungan produksi. Hal ini menandakan transformasi AI dari sekadar alat menjadi infrastruktur utama di tingkat perusahaan.

Rizky menegaskan bahwa ke depan, keberhasilan sistem trading AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan model, tetapi juga pada kemampuan sistem secara keseluruhan.

“Kunci utamanya adalah bagaimana sistem dapat menjaga stabilitas respons, mengelola kolaborasi strategi, serta membatasi risiko di kondisi pasar nyata. Itu yang sedang kami dorong melalui pengembangan teknologi ini,” jelasnya.

Arah Pengembangan ke Depan

Slickorps menyatakan, akan terus mengoptimalkan mekanisme kolaborasi antar agen AI dan strategi trading yang digunakan. Perusahaan juga menargetkan penguatan kapabilitas dalam trading kuantitatif, transaksi frekuensi tinggi, serta manajemen aset multi-aset berbasis AI.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong evolusi trading cerdas dari pendekatan berbasis model tunggal menuju sistem yang lebih komprehensif dan adaptif, sekaligus membuka arah baru dalam penerapan AI di lingkungan trading nyata.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!