Dikunjungi Kepala BPH Migas, Nelayan Pelabuhan Krui Curhat Ini

Sabtu, 19 September 2020 - 19:35 WIB
Supardi menambahkan salah satu kapal patroli perhubungan yang sudah jarang ke Krui, karena kewenangan sudah beralih ke Provinsi. Kebanyakan nelayan tinggal di pulau Pisang, 40 menit dengan motor nelayan dari Krui. Disana ada 6 Desa, satu Kecamatan.

Lebih lanjut Supardi Rudianto menjelaskan bahwa kebutuhan BBM untuk nelayan di pelabuhan Krui sekitar 80 ton/hari atau kisaran 20 liter/hari untuk setiap motor nelayan.

"Selama ini para nelayan membeli BBM ke pengecer atau koperasi yang diambil dari SPBU terdekat dengan harga jual Rp8.000/liter, padahal harga di SPBU Rp6.450/liter. Tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap penghasilan nelayan.

" jelas Supardi Rudianto.

Ia juga menyampaikan, pihaknya beberapa kali mengusulkan pada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat atau Kementerian Kelautan dan Perikanan agar didirikan SPBN. Akan tetapi belum mendapatkan ada respon yang konkrit baik dari Pemerintah daerah maupun Pertamina.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!