Tembus Pasar Global, Produk Tenun Pewarna Alami Pameran di Belanda
Rabu, 29 April 2026 - 14:34 WIB
Dalam kegiatan di Amsterdam ini, Kornelius melakukan demo dan workshop teknik pewarnaan merah dan biru yang merupakan warna khas Sumba sebagai bagian dari warisan budaya leluhur. ”Pameran ini menjadi kesempatan bagi penenun lokal untuk memperkenalkan produk tenun dengan pewarna alami,” kata Kornelius, Rabu (29/4/2026).
Terlebih, penggunaan warna alam ini selain sebagai upaya menjaga warisan budaya, namun juga merupakan wujud menjaga bumi karena dikenal ramah lingkungan. “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bakti BCA karena telah memasarkan tenun warna alam selain di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Di tingkat nasional, kami juga sudah sering diajak untuk ikut expo dan bazaar,” ujarnya.
Kornelius menambahkan salah satu inovasi yang sudah dilakukan penenun berkat pendampingan Bakti BCA adalah membuat produk turunan dari kain tenun, seperti baju hingga tas. Alhasil, produk tersebut bisa menambah daya tarik dan nilai jual.
Kornelius berharap semakin banyak penenun yang menggunakan pewarna alami dan keahlian tersebut diturunkan ke generasi selanjutnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasukkan tenun pewarna alami sebagai mata pelajaran.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap pameran ini dapat menciptakan peluang melestarikan budaya, memperluas jangkauan bisnis, mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta menjaga kelestarian lingkungan daerah. ”Program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA sudah berjalan di Timor Tengah Selatan, Baduy, Sumba Timur, dan Sumatra Utara,” ujarnya. Baca juga: Direksi Borong Saham BBCA, Sinyal Rebound di Tengah Gejolak Pasar
Terlebih, penggunaan warna alam ini selain sebagai upaya menjaga warisan budaya, namun juga merupakan wujud menjaga bumi karena dikenal ramah lingkungan. “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bakti BCA karena telah memasarkan tenun warna alam selain di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Di tingkat nasional, kami juga sudah sering diajak untuk ikut expo dan bazaar,” ujarnya.
Kornelius menambahkan salah satu inovasi yang sudah dilakukan penenun berkat pendampingan Bakti BCA adalah membuat produk turunan dari kain tenun, seperti baju hingga tas. Alhasil, produk tersebut bisa menambah daya tarik dan nilai jual.
Kornelius berharap semakin banyak penenun yang menggunakan pewarna alami dan keahlian tersebut diturunkan ke generasi selanjutnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasukkan tenun pewarna alami sebagai mata pelajaran.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap pameran ini dapat menciptakan peluang melestarikan budaya, memperluas jangkauan bisnis, mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta menjaga kelestarian lingkungan daerah. ”Program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA sudah berjalan di Timor Tengah Selatan, Baduy, Sumba Timur, dan Sumatra Utara,” ujarnya. Baca juga: Direksi Borong Saham BBCA, Sinyal Rebound di Tengah Gejolak Pasar
Lihat Juga :