Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Pasokan LNG Anjlok hingga 20%

Kamis, 30 April 2026 - 22:00 WIB
IEA menyatakan bahwa setiap bulan tanpa pengiriman LNG melalui Selat Hormuz menyebabkan kehilangan pasokan sekitar 10 miliar meter kubik (bcm). Hal itu, menurut para analis lembaga tersebut, mengakibatkan revisi ke bawah terhadap prospek permintaan di wilayah-wilayah impor utama.

Selat Hormuz, yang merupakan titik sempit kunci dan biasanya dilalui seperlima ekspor energi dunia, kini menjadi pusat konflik AS-Iran yang telah memasuki pekan kesembilan. Konflik tersebut telah mengganggu aliran LNG secara signifikan.

Pemuatan LNG dari Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), dua pemain kunci di pasar global, tercatat turun 9,5 bcm secara tahunan. Serangan Iran terhadap QatarEnergy memaksa perusahaan tersebut menyatakan force majeure hanya seminggu setelah permusuhan dimulai.

Kerugian pasokan LNG dari kedua negara Teluk itu diperkirakan mencapai sekitar 20 bcm selama periode Maret hingga April. Padahal, QatarEnergy memproduksi sekitar 18,5 miliar kaki kubik gas per hari dari ladang North Dome, yang memungkinkan negara tersebut memasok seperlima kebutuhan LNG dunia.

"Selain gangguan aliran LNG melalui Selat Hormuz, kerusakan pada infrastruktur likuefaksi LNG Qatar telah menurunkan prospek pertumbuhan pasokan LNG global dalam jangka menengah," tambah laporan IEA. "Konflik Timur Tengah telah mengganggu industri gas alam Qatar secara mendalam dan diperkirakan menunda efek gelombang LNG yang sedang berlangsung setidaknya dua tahun."

Dampak Jangka Panjang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!