AS Sanksi Terminal Minyak China Jelang KTT Trump-Xi Jinping, Beijing Kecam Intimidasi Washington
Sabtu, 02 Mei 2026 - 20:04 WIB
Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah entitas China yang dituduh terlibat dalam perdagangan minyak Iran. FOTO/Aljazeera
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah entitas China yang dituduh terlibat dalam perdagangan minyak Iran, memicu ketegangan diplomatik baru menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei 2026. Langkah Washington itu mendapat kecaman keras dari Beijing yang menilai kebijakan tersebut sebagai praktik intimidasi dan pemaksaan sepihak.
Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Fu Cong menegaskan tidak ada negara yang seharusnya menggunakan tekanan politik dan ekonomi terhadap negara lain demi kepentingannya sendiri.
"Tidak boleh ada negara yang terus melakukan praktik intimidasi dan pemaksaan terhadap negara lain," kata Fu Cong dalam pengarahan pers di Markas Besar PBB, baru-baru ini.
Baca Juga: Daftar Negara yang Keluar dari OPEC dalam Tujuh Tahun Terakhir
Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Fu Cong menegaskan tidak ada negara yang seharusnya menggunakan tekanan politik dan ekonomi terhadap negara lain demi kepentingannya sendiri.
"Tidak boleh ada negara yang terus melakukan praktik intimidasi dan pemaksaan terhadap negara lain," kata Fu Cong dalam pengarahan pers di Markas Besar PBB, baru-baru ini.
Baca Juga: Daftar Negara yang Keluar dari OPEC dalam Tujuh Tahun Terakhir
Lihat Juga :