Kebut Sekolah Rakyat di Sulut dan Kalsel, Brantas Abipraya Menjaga Laju, Menjamin Mutu

Selasa, 05 Mei 2026 - 20:57 WIB
Jumlah tenaga kerja juga ditingkatkan demi percepatan pembangunan hingga 600 orang, termasuk melalui mobilisasi menggunakan pesawat carter.

Dari sisi logistik, perusahaan mempercepat pengadaan material seperti keramik, MEP, dan furnitur dengan memaksimalkan sewa gudang. Pengiriman material juga dialihkan menggunakan pesawat Hercules dan kargo udara untuk memastikan kelancaran suplai di tengah keterbatasan distribusi konvensional.

Isra menambahkan, langkah-langkah percepatan tersebut tetap mengedepankan kualitas hasil pembangunan. “Percepatan yang dilakukan tidak mengorbankan mutu. Ini menjadi upaya kami untuk memastikan proyek dapat selesai lebih cepat dengan tetap memenuhi standar terbaik,” katanya.

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses pendidikan yang layak dan merata. Sekolah ini dirancang dengan konsep asrama terpadu yang dilengkapi fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga.

Dengan pengalaman panjang di sektor konstruksi, Brantas Abipraya optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif berkelanjutan. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah.

“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, khususnya sektor pendidikan. Melalui proyek ini, kami berkomitmen turut membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” pungkas Isra D. Pramulya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!