Tips MotionTrade: Kenali Risiko Waran Terstruktur Sebelum Berinvestasi
Rabu, 06 Mei 2026 - 12:00 WIB
Salah satu risiko utama dalam Waran Terstruktur adalah risiko pasar. Investor biasanya membeli waran terstruktur tipe call jika memiliki ekspektasi bahwa pasar akan mengalami kenaikan (bullish), dan membeli waran terstruktur tipe put jika memperkirakan pasar akan turun (bearish). Namun, prediksi pergerakan pasar tidak selalu tepat. Jika arah pasar tidak sesuai dengan ekspektasi, maka Waran Terstruktur yang dimiliki dapat menjadi tidak bernilai atau berada dalam kondisi Out of The Money (OTM). Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi investor. Baca Juga: Buktikan Skill Trading Anda di MotionTrade Trading Competition
2. Time Decay
Waran Terstruktur memiliki batas waktu hingga jatuh tempo. Seiring berjalannya waktu, nilai waktu (time value) dari produk ini akan terus menurun. Semakin dekat waktu jatuh tempo, nilai time value akan semakin mendekati nol. Untuk itu, trading waran terstruktur tidak perlu menunggu sampai jatuh tempo.
3. Risiko Underlying
Kinerja Waran Terstruktur sangat bergantung pada pergerakan harga aset acuan atau underlying saham. Jika terjadi gangguan pada saham underlying, maka hal tersebut dapat berdampak langsung pada nilai Waran Terstruktur. Contohnya, apabila terjadi penghentian perdagangan (trading halt) pada saham underlying, maka aktivitas perdagangan Waran Terstruktur juga dapat terpengaruh, termasuk potensi kesulitan dalam melakukan transaksi. Baca Juga: Waktunya Unjuk Strategi! Adu ROI Tertinggi di MotionTrade dalam IDX Islamic Challenge 2026
2. Time Decay
Waran Terstruktur memiliki batas waktu hingga jatuh tempo. Seiring berjalannya waktu, nilai waktu (time value) dari produk ini akan terus menurun. Semakin dekat waktu jatuh tempo, nilai time value akan semakin mendekati nol. Untuk itu, trading waran terstruktur tidak perlu menunggu sampai jatuh tempo.
3. Risiko Underlying
Kinerja Waran Terstruktur sangat bergantung pada pergerakan harga aset acuan atau underlying saham. Jika terjadi gangguan pada saham underlying, maka hal tersebut dapat berdampak langsung pada nilai Waran Terstruktur. Contohnya, apabila terjadi penghentian perdagangan (trading halt) pada saham underlying, maka aktivitas perdagangan Waran Terstruktur juga dapat terpengaruh, termasuk potensi kesulitan dalam melakukan transaksi. Baca Juga: Waktunya Unjuk Strategi! Adu ROI Tertinggi di MotionTrade dalam IDX Islamic Challenge 2026
Lihat Juga :