OPEC Belum Tamat usai Ditinggal UEA, 7 Raksasa Minyak Geber Produksi 188.000 Barel/Hari

Rabu, 06 Mei 2026 - 16:10 WIB
Teka-teki mengenai nasib kartel minyak paling berpengaruh di dunia, OPEC plus pasca-hengkangnya Uni Emirat Arab (UEA) mulai terjawab. Foto/Dok
JAKARTA - Teka-teki mengenai nasib kartel minyak paling berpengaruh di dunia, OPEC plus pasca-hengkangnya Uni Emirat Arab (UEA) mulai terjawab. Dalam keputusan perdana yang sangat dinanti pasar, tujuh negara pengekspor minyak utama sepakat untuk menaikkan target produksi minyak mentah sebesar 188.000 barel per hari (bpd) mulai Juni 2026.

Langkah ini diambil di tengah berkecamuknya perang AS-Israel melawan Iran yang melumpuhkan pasokan energi dari kawasan Teluk. Keputusan ini juga dipandang sebagai pernyataan sikap OPEC+ bahwa mereka tetap beroperasi seperti biasa meskipun kehilangan salah satu anggota terbesarnya.



Hengkangnya UEA pada 1 Mei lalu sempat memicu kekhawatiran akan runtuhnya dominasi OPEC plus. Namun, sumber internal yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa kenaikan kuota 188.000 bpd ini merupakan kelanjutan dari kebijakan bulan lalu (kenaikan 206.000 bpd), namun dikurangi jatah milik UEA.

Baca Juga: Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!