El Nino Mengintai, Mentan Amran Instruksikan Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional
Sabtu, 09 Mei 2026 - 20:35 WIB
Di Kapanewon Semin, pertanaman padi seluas 2.924 hektare yang ditanam pada Februari hingga Maret 2026 dipastikan aman hingga masa panen. Kondisi tersebut ditopang ketersediaan air yang masih mencukupi serta curah hujan yang relatif baik hingga April lalu. Panen raya MT2 di wilayah tersebut diperkirakan mulai berlangsung pada pekan ketiga Mei 2026.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Semin, drh. Rumini mengatakan petani di wilayah Semin mulai beradaptasi menghadapi ancaman kemarau dengan menggunakan varietas padi umur pendek atau genjah yang lebih tahan terhadap keterbatasan air.
“Saat ini hamparan padi di Semin sudah mulai menguning dan siap dipanen dalam waktu dekat. Petani juga mulai banyak menggunakan varietas genjah seperti Pajajaran, M70D, dan Trisakti sehingga lebih siap menghadapi musim kering,” kata Rumini.
Optimisme serupa juga terlihat di wilayah Ngawen yang menjadi salah satu sentra produksi padi di Gunungkidul. Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Danang Sutopo menyebut total luas pertanaman padi MT2 di wilayah tersebut mencapai 8.756 hektare dan diperkirakan memasuki masa panen mulai akhir Mei hingga awal Juni 2026.
“Kami memprediksi panen di Ngawen akan berlangsung dari minggu ketiga Mei hingga awal Juni 2026. Kami berharap air tetap mencukupi hingga masa panen berakhir, didukung dengan penggunaan varietas umur pendek yang lebih tahan terhadap keterbatasan air,” ungkap Danang.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Semin, drh. Rumini mengatakan petani di wilayah Semin mulai beradaptasi menghadapi ancaman kemarau dengan menggunakan varietas padi umur pendek atau genjah yang lebih tahan terhadap keterbatasan air.
“Saat ini hamparan padi di Semin sudah mulai menguning dan siap dipanen dalam waktu dekat. Petani juga mulai banyak menggunakan varietas genjah seperti Pajajaran, M70D, dan Trisakti sehingga lebih siap menghadapi musim kering,” kata Rumini.
Optimisme serupa juga terlihat di wilayah Ngawen yang menjadi salah satu sentra produksi padi di Gunungkidul. Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Danang Sutopo menyebut total luas pertanaman padi MT2 di wilayah tersebut mencapai 8.756 hektare dan diperkirakan memasuki masa panen mulai akhir Mei hingga awal Juni 2026.
“Kami memprediksi panen di Ngawen akan berlangsung dari minggu ketiga Mei hingga awal Juni 2026. Kami berharap air tetap mencukupi hingga masa panen berakhir, didukung dengan penggunaan varietas umur pendek yang lebih tahan terhadap keterbatasan air,” ungkap Danang.
(akr)
Lihat Juga :