China Belum Bisa Diandalkan, Nasib Ekspor Sawit Masih Merana

Minggu, 20 September 2020 - 20:35 WIB
Nasih ekspor sawit masih merana diserang wabah virus corona. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Nasib ekspor produk kelapa sawit masih merana diserang wabah virus corona. Negara China sebagai tujuan ekspor belum bisa diandalkan karena ekonominya belum pulih secara optimal.

"Ekspor ke China 2020 turun menjadi 2,6 juta ton atau hanya sekitar 61% dari tahun lalu yang sebesar 4,2 juta ton (year on year/yoy)," Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono, di Jakarta, Minggu (20/9/2020).



Baca Juga: Sri Mulyani Akui Permasalahan Ekonomi Saat Ini Cukup Ruwet

Meskipun volume ekspor bulan Juli mengalami kenaikan, secara year on year (yoy) sampai dengan Juli, ekspor mengalami penurunan. Total ekspor produk minyak sawit sampai dengan Juli 2020 sebesar 18,6 juta ton atau 1,2 juta ton lebih rendah dari tahun lalu.

Dibandingkan dengan bulan Juni 2020, konsumsi dalam negeri bulan Juli mengalami kenaikan 97.000 ton menjadi 1,4 juta ton. Kenaikan terbesar pada konsumsi biodiesel sebesar 87.000 ton menjadi 638.000 ton pada bulan Juli. Produksi CPO bulan Juli yang mencapai 3,8 juta ton atau 6,2% lebih rendah dari bulan lalu dan secara yoy 8,2% lebih rendah dari tahun lalu.

"Rendahnya produksi tahun 2020 diperkirakan akibat pemberian pupuk yang kurang untuk mengurangi biaya ketika harga rendah tahun lalu. Dengan produksi demikian, stok akhir Juli 2020 adalah sebesar 3,6 juta ton atau atau 253% dari konsumsi bulan Juli," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!