Misi Tanker Hantu, Cara Nekat Uni Emirat Arab Selundupkan Minyak lewat Selat Hormuz

Senin, 11 Mei 2026 - 09:06 WIB
Ironisnya, taktik ini adalah cara yang sama yang selama bertahun-tahun digunakan Iran untuk menghindari sanksi Amerika Serikat. Kini senjata itu justru digunakan UEA untuk melawan blokade Iran sendiri.

Operasi rahasia ini melibatkan pemindahan muatan di tengah laut (Ship-to-Ship Transfer) di luar zona konflik. Minyak dari tanker 'hantu' dipindahkan ke kapal lain yang kemudian membawanya ke kilang-kilang di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Korea Selatan.

Risiko besar ini ternyata sebanding dengan hasil yang didapat. Salah satu sumber menyebutkan bahwa kargo minyak mentah Upper Zakum milik Abu Dhabi berhasil dijual ke kilang di Asia Timur dengan harga rekor: premium USD20 per barel di atas harga resmi.

"Mereka sangat lapar untuk menjual. Dengan pasokan global yang tersendat, siapa pun yang bisa mengeluarkan minyak dari Teluk akan mendapatkan keuntungan luar biasa," ujar seorang sumber industri yang mengetahui operasi tersebut.

Ancaman Nyata Serangan Drone

Namun misi ini jauh dari kata aman. Pekan lalu, UEA menuduh Iran menggunakan drone untuk menyerang salah satu tanker kosong milik ADNOC, Barakah, saat sedang melintas. Serangan ini menjadi pengingat bahwa setiap barel minyak yang berhasil keluar bisa dibayar dengan nyawa awak kapal dan kehancuran armada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!