LIXIL Kembali Gelar LADC 2026, Libatkan Juri Lintas Negara
Kamis, 21 Mei 2026 - 17:49 WIB
Inisiatif LIXIL merespons kebutuhan desain masa kini yang menekankan inklusivitas dan keberlanjutan. LADC bukan sekadar kompetisi yang berorientasi pada hasil akhir, program ini hadir sebagai platform untuk memperluas ruang dialog dan membuka akses eksplorasi ide. Lebih jauh, LADC bertujuan untuk menetapkan standar baru, mendorong cara pandang arsitek dalam berpikir, mendesain, serta mewujudkan ruang hidup yang lebih baik.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari pulau-pulau kecil, kota-kota besar, kekayaan alam dan budaya, perbedaan infrastruktur, hingga tantangan spesifik seperti perubahan iklim ataupun tekanan urbanisasi.
”Kami percaya, dari ragam konteks inilah lahir gagasan yang paling relevan untuk masa depan. LADC tidak mencari desain yang sekadar indah, tetapi ide yang mampu menjadi percakapan dan solusi,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Melalui penyelenggaraan ini, LIXIL berharap dapat terus menjadi katalis perubahan dalam ekosistem arsitektur dan desain Indonesia. Setiap gagasan yang lahir dari LADC 2026 ARCHIPELAGO DIALOGUES memiliki potensi untuk meredefinisi ulang standar rancang bangun dunia arsitektur Tanah Air. ”Kami mengundang seluruh arsitek dan insan kreatif Indonesia untuk bergabung memanfaatkan kesempatan ini. Bersama-sama kita bentuk ruang hidup yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutupnya.
Pendaftaran dan pengumpulan karya untuk LADC 2026 dibuka mulai 18 Mei-5 Juli 2026. Kompetisi terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Professional Category dan Student Category. Pemilahan dua kategori ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih inklusif, baik bagi arsitek yang telah memiliki pengalaman maupun bagi mahasiswa yang tengah mengembangkan potensi kreatifnya. ”Kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan arsitektur kita,” jelasnya.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari pulau-pulau kecil, kota-kota besar, kekayaan alam dan budaya, perbedaan infrastruktur, hingga tantangan spesifik seperti perubahan iklim ataupun tekanan urbanisasi.
”Kami percaya, dari ragam konteks inilah lahir gagasan yang paling relevan untuk masa depan. LADC tidak mencari desain yang sekadar indah, tetapi ide yang mampu menjadi percakapan dan solusi,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Melalui penyelenggaraan ini, LIXIL berharap dapat terus menjadi katalis perubahan dalam ekosistem arsitektur dan desain Indonesia. Setiap gagasan yang lahir dari LADC 2026 ARCHIPELAGO DIALOGUES memiliki potensi untuk meredefinisi ulang standar rancang bangun dunia arsitektur Tanah Air. ”Kami mengundang seluruh arsitek dan insan kreatif Indonesia untuk bergabung memanfaatkan kesempatan ini. Bersama-sama kita bentuk ruang hidup yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutupnya.
Pendaftaran dan pengumpulan karya untuk LADC 2026 dibuka mulai 18 Mei-5 Juli 2026. Kompetisi terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Professional Category dan Student Category. Pemilahan dua kategori ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih inklusif, baik bagi arsitek yang telah memiliki pengalaman maupun bagi mahasiswa yang tengah mengembangkan potensi kreatifnya. ”Kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan arsitektur kita,” jelasnya.
Lihat Juga :