LIXIL Kembali Gelar LADC 2026, Libatkan Juri Lintas Negara
Kamis, 21 Mei 2026 - 17:49 WIB
LIXIL kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026. Kompetisi ini membuktikan konsistensi serta komitmen LIXIL dalam memajukan industri arsitektur dan desain. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - LIXIL kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026. Kompetisi ini membuktikan konsistensi serta komitmen LIXIL dalam memajukan industri arsitektur dan desain. Sejak debutnya pada 2019, LADC telah mengukuhkan posisi sebagai panggung kompetisi bergengsi bagi para arsitek Indonesia.
Penilaian dalam kompetisi ini melibatkan jajaran panel juri prestisius lintas negara. Mereka yakni Andra Matin (Founder, AndraMatin Studio), Gregorius Supie (Founder, Yolodi+Maria Architects), hingga Richard Wood (Managing Partner Asia, Snøhetta); para figur kunci yang mendefinisikan arah industri saat ini.
Selaras dengan profil dewan juri global, LADC 2026 menghadirkan apresiasi eksklusif yang siap mengelevasi portofolio dan pengalaman. Para pemenang akan memperoleh kesempatan Studio Exchange di firma internasional Snøhetta untuk mempelajari langsung praktik arsitektur kelas dunia, serta mengikuti LIXIL Architectural Trip ke Nagoya, Jepang, sebuah perjalanan imersif untuk menyerap inspirasi desain dan memperluas wawasan. Baca juga: 3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Menolak Dibayar
LADC 2026 mengangkat tema ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation. Narasi ini berakar pada karakter Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan alam, budaya, perspektif dan pemikiran; sebuah rangkaian identitas yang berbeda-beda namun saling terhubung. Melalui topik tersebut, LADC 2026 mengajak para profesional serta kreator muda Tanah Air mengeksplorasi arsitektur sebagai sebuah proses berkelanjutan yang terbentuk dari keberagaman elemen dan gagasan kolaboratif.
Penilaian dalam kompetisi ini melibatkan jajaran panel juri prestisius lintas negara. Mereka yakni Andra Matin (Founder, AndraMatin Studio), Gregorius Supie (Founder, Yolodi+Maria Architects), hingga Richard Wood (Managing Partner Asia, Snøhetta); para figur kunci yang mendefinisikan arah industri saat ini.
Selaras dengan profil dewan juri global, LADC 2026 menghadirkan apresiasi eksklusif yang siap mengelevasi portofolio dan pengalaman. Para pemenang akan memperoleh kesempatan Studio Exchange di firma internasional Snøhetta untuk mempelajari langsung praktik arsitektur kelas dunia, serta mengikuti LIXIL Architectural Trip ke Nagoya, Jepang, sebuah perjalanan imersif untuk menyerap inspirasi desain dan memperluas wawasan. Baca juga: 3 Sosok Arsitek Masjidilharam dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Menolak Dibayar
LADC 2026 mengangkat tema ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation. Narasi ini berakar pada karakter Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan alam, budaya, perspektif dan pemikiran; sebuah rangkaian identitas yang berbeda-beda namun saling terhubung. Melalui topik tersebut, LADC 2026 mengajak para profesional serta kreator muda Tanah Air mengeksplorasi arsitektur sebagai sebuah proses berkelanjutan yang terbentuk dari keberagaman elemen dan gagasan kolaboratif.
Lihat Juga :