Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:31 WIB
"Semakin banyak perusahaan di Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan standar kepatuhan, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan,” kata Amrie.

Baca Juga: Warren Tanoesoedibjo Siapkan Proyek Film Berbasis AI yang Berkualitas

Dalam penyelenggaraan tahun ini, pihaknya juga terus menyempurnakan metodologi penilaian melalui kerangka klasifikasi PROSPER berdasarkan tingkat regulasi industri, risiko usaha, kompleksitas bisnis, serta skala operasional perusahaan. Klasifikasi tersebut digunakan untuk memastikan proses penilaian berlangsung lebih adil, objektif, dan kontekstual berdasarkan tingkat kompleksitas regulasi serta kompleksitas bisnis masing-masing perusahaan.

Dia menambahkan, IRCA tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bersama untuk mendorong praktik kepatuhan yang lebih adaptif, strategis, dan berkelanjutan di Indonesia. "Pada akhirnya, membangun budaya kepatuhan bukanlah pekerjaan satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem bisnis dan tata kelola di Indonesia," tutupnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!