IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas

Senin, 25 Mei 2026 - 08:32 WIB
Sentimen Global dan Domestik Pekan Ini

Menurut Brigita, pergerakan indeks utama Wall Street dalam sepekan kedepan (25-29 Mei) diperkirakan masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan variatif (mixed). Hal ini terjadi setelah pasar sepanjang pekan 18–22 Mei 2026 dipengaruhi oleh kombinasi sentimen geopolitik di Timur Tengah, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi AS, serta adanya rotasi di sektor teknologi.

Sentimen pasar global sempat tertekan akibat kekhawatiran eskalasi konflik antara AS dan Iran yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia lewat Selat Hormuz. Ketakutan akan lonjakan inflasi energi ini sempat mendorong kenaikan yield US Treasury dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi (higher for longer) oleh The Fed.

“Kondisi pasar mulai membaik di akhir pekan setelah muncul laporan tercapainya draft final perjanjian damai AS-Iran melalui mediasi Pakistan yang diperkuat oleh pernyataan optimistis dari Donald Trump. Sentimen positif ini langsung membuat harga minyak dunia serta yield US Treasury tenor panjang berbalik turun, sehingga memicu rebound pada Wall Street,” tandasnya.

Baca Juga: IHSG Sepekan Ambruk 8,35%, Kapitalisasi Pasar Merosot Tajam ke Rp10.635 Triliun

Meski Wall Street membaik, pasar global tetap berhati-hati karena risalah Federal Reserve menunjukkan para pejabat masih membuka ruang kenaikan suku bunga jika inflasi kembali naik. Di sisi lain, data ekonomi AS yang solid menunjukkan resiliensi ekonomi, meskipun hal tersebut sekaligus membatasi ruang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Sektor teknologi global juga mulai mengalami rotasi terbatas akibat kekhawatiran investor terhadap valuasi sektor AI yang sudah relatif premium, meski kinerja Nvidia tercatat solid. Secara keseluruhan, pasar global saat ini berada dalam fase wait and see menunggu kepastian negosiasi AS-Iran serta dinamika harga minyak dunia.

Beralih ke pasar domestik, IHSG pada periode 25–29 Mei 2026 diperkirakan bergerak volatil, namun berpeluang mengalami technical rebound terbatas. Aktivitas perdagangan pekan ini diprediksi akan lebih sensitif dan berfluktuasi tajam karena pasar hanya beroperasi selama tiga hari akibat adanya libur nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!