Kabar Damai Selat Hormuz Picu Aksi Buang Dolar di Pasar Asia

Senin, 25 Mei 2026 - 10:55 WIB


Secara psikologis, para pelaku pasar saat ini berada dalam kondisi cautious optimism (optimisme yang waspada). Investor sangat ingin perang segera berakhir agar biaya rantai pasok dunia kembali murah, namun mereka juga hafal dengan tabiat diplomasi media sosial Presiden AS.

Pada akhir pekan, Donald Trump mengklaim lewat Truth Social bahwa nota kesepahaman (MoU) damai dengan Iran 'sebagian besar telah dinegosiasikan' dengan bantuan mediator dari Pakistan. Namun, di hari Minggunya, Trump menegaskan bahwa blokade militer AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan "tetap berlaku penuh sampai perjanjian resmi ditandatangani dan disertifikasi." Pihak Teheran sendiri terpantau belum memberikan respons resmi.

Chris Weston, Kepala Riset di Pepperstone Group Ltd Melbourne, menilai pasar sudah terbiasa untuk bersabar. "Pasar sudah terkondisikan untuk sangat sabar menunggu terobosan nyata. Namun, skenario dasar bahwa kesepakatan damai akan tercapai kini semakin kuat berkat berita akhir pekan ini, meskipun garis waktunya masih abu-abu," kata Weston.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!