Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998

Senin, 25 Mei 2026 - 12:24 WIB
Menko Airlangga menjabarkan bahwa situasi tersebut berangsur membaik pada periode sepuluh tahun berikutnya. Di tengah lanskap ekonomi global yang dinamis, bauran kebijakan moneter dan fiskal terbukti mampu memitigasi kejatuhan nilai tukar secara lebih terukur.

“Sedangkan di periode 2014-2024 itu rupiah depresiasinya 30,6 persen dan inflasinya 3 persen. Jadi beda nih kualitas dalam dua dekade terakhir dan per hari ini inflasi kita jaga di 2,4 dan depresiasi rupiah 5 persen. Jadi konteksnya saya sepakat sama Pak Misbakun harus dilihat secara konteks,” tegas Airlangga.

Baca Juga: Sesumbar Purbaya Kembalikan Rupiah ke Rp15.000: Minggu Depan Ada Action dari Saya



Sejalan dengan penjelasan Airlangga, sebelumnya Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun turut memberikan catatan krusial untuk meluruskan kesalahpahaman di masyarakat. Publik diimbau tidak menyamakan posisi rupiah yang saat ini bertengger di kisaran Rp17.600 per Dolar AS dengan memori kelam krisis finansial Asia tahun 1998 silam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!